“Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination” —
(Fritzhugh Dodson)
Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.
Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya.
Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.
Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut… hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!
Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai.Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.
SALAH satu simpul ajaran agama Islam yang sangat mendasar adalah agar kita membiasakan hidup dengan menghargai waktu. Allah SWT menegaskan pentingnya mentaati waktu, bahkan karena saking pentingnya, Allah sampai-sampai memulai firman-Nya dengan sumpah, seperti bisa kita baca dalam Alquran surah al-Ashar.
Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.
Bagi rekan-rekan, semoga blog sederhana ini bermanfaat.




Komentar Terakhir