Pemilu~ku, Pemilu~mu

pemilu6

Akhirnya datang jugaaa…… seperti salah satu acara televisi nasional yang masih tayang di negeri ini. Pemilu untuk para wakil kita “Caleg” pada tanggal 9 April 2009 yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan terlaksana juga pada hari rabu dibulan April tahun 2009 itu.

Dimana-mana dipelosok negeri ini pada hari itu ada yang sibuk malam sebelumnya (panitia-panitia TPS, KPPS, KPU), ada yang sibuk mulai pagi hari (PAM TPS, Bapak-bapak Polisi, Aparat keamanan desa), ada yang sibuk melihat nama-nama dan foto caleg (pemilih pemula, pemilih yang antusias, pemilih yg belum menentukan pilihannya), ada yang berjalan mantap menuju ke TPS (pemilih militan, pemilih yang namanya masuk DPT, pemilih konvensional dan pendukung setia partai tertentu), ada yang cuma melihat-lihat TPS (anak-anak kecil, orang dewasa tetapi namanya tidak masuk DPT, pemilih yang mestinya punya hak tetapi tidak melakukan alias GOLPUT….kalee..), ada yang masa bodoh/acuh tak acuh dengan pemilu (orang-orang kaya yang siap berangkat wisata mumpung libur panjang…, orang yang sudah bosan dengan janji-janji palsu, orang-orang yang pesimis dari Pemilu ini, GOLPUT…juga…), ada yang deg-degan dan sangat berharap (caleg-caleg yang mecalonkan diri…., caleg yang sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak…, caleg yang populer ataupun tidak).

Berbagai macam sikap orang menyikapi dengan Pemilu 9 April lalu. Boleh-boleh saja orang bersikap seperti itu, hak untuk menyatakan pendapat atau sikap merupakan asasi bagi kita sebagai anak bangsa. Sampai tulisan ini saya buat, setelah 5 (lima) hari hajatan nasional tersebut dilehat pada televisi nasional atau media massa lainnya telah kita ketahui partai-partai yang memimpin perolehan suara sementara dari KPU Pusat. Dari jumlah suara yang telah masuk pada tanggal 14 april 2009 jam 12.30 siang sebanyak 5.268.674, lima besar partai yang mendapatkan suara terbanyak yaitu partai Demokrat perolehan suaranya 20,33%, partai PDI-P sebanyak 14,41%, partai GOLKAR sebanyak 14,35%, PKS sebanyak 8,49% dan PAN sebanyak 6,34%. Sepertinya hasil dari KPU ini tidak berbeda jauh dengan Quick Count yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga survey pemilu yang menempatkan partai-partai tersebut diposisi yang sekarang.

“Tidak ada gading yang tak retak” seperti kata pepatah, “Tidak ada pemilu yang sempurna” seperti kata salah satu anggota KPU pusat di televisi. Pada pemilu caleg yang baru lalu seperti kita lihat dikoran-koran, ditelevisi, didalam radio kita disuguhi oleh berita-berita carut marutnya pelaksanaan pemilu tersebut, mulai dari protes DPT, distribusi surat yang salah kirim, banyaknya yang golput, kurangnya kertas suara, kotak suara yang tidak disegel, saksi-saksi yang tidak puas dan meminta pemilihan suara ulang, dan banyak lagi hal-hal yang membuat kita Cuma bisa geleng-geleng kepala. Ada juga berita mengenai para caleg yang gagal dalam pemilu kali (ada yang meninggal dunia kena serangan jantung, ada yang dibawa berobat oleh keluarganya ke pengobatan alternatif, ada yang tadinya telah memberikan televisi dan karpet kini diambil kembali, sampai ada caleg yang kalah menutup jalan menuju desanya). Inilah potret pemilu terbesar di Indonesia, Inilah demokrasi di Indonesia, Inilah pesta bangsa yang sangat mahal, Inilah gaya kepemimpinan lembaga pelaksana pemilu yang tidak “Greget”.

KPU Pusat yang merupakan lembaga tertinggi pelaksana pemilihan umum pada tahun ini sepertinya kurang “Greget” yang dimulai dari DPT hingga akhirnya sampai hari ini beberapa pimpinan berbagai parpol sepertinya berkumpul untuk membahas pelaksanaan pemilu yang baru lalu yang dinyatakan banyaknya tindak kecurangan dan carut marutnya pelaksanaan pemilu tadi. Semoga saja hasil dari pemilu tahun ini tidak menimbulkan masalah yang menganggu kehidupan berbangsa dari negeri ini, contoh ada didepan mata kita kalau pemilu ini tidak menghasilkan “Suara Kredibel” akan seperti Thailand negara tetangga kita yang beberapa hari lalu sampai sekarang dirudung dengan demontrasi besar-besaran dari rakyatnya yang banyak menimbulkan kerugian materi maupun non-materi yang awalnya dimulai dari pemilu yang katanya tidak demokratis….

Catatan kecil dari dunia politik dan pemilu ini, hanyalah merupakan ungkapan hati yang paling dalam, dengan harapan semoga kita benar-benar mendapatkan pemimpin dan wakil-wakil kita di dpr yang akan membawa perubahan yang lebih baik….semoga…..

Sambil bercengkrama dengan keluarga dan menikmati secangkir kopi …. Kita tunggu sampai akhir perhitungan suara … dan kita menantikan babak selanjutnya yaitu koalisi-koalisi berbagai partai menuju PILPRES…..pres….pres…….

 

JDF ~ April 2009

Tentang julidf

Saya adalah seorang karyawan swasta yang pekerja keras, dan telah menikah serta mempunyai dua orang putra berusia 15 & 2,5 tahun.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Catatan Harian dan tag , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Pemilu~ku, Pemilu~mu

  1. romailprincipe berkata:

    Hmm..Pemilu kita semua..
    Tidak mungkin diulang, mari berbesar hati kita terima
    siapapun pemimpin kita dukung

  2. ladas berkata:

    seharusnya…setiap caleg dan pemimpin kita mendahulukan kepentingan bangsa bukannya mengedepankan kepentingan partai atau golongan……….

  3. rahman berkata:

    bersama kita mengawal dan menunggu hasil pemilu tahun ini……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s