Pergantian Tahun Baru & Harapan

JUM’at lalu merupakan tahun baru islam yakni 1 Muharam. Peringatan tahun baru islam 1 Muharam 1431 H di Jakarta kemarin di peringati dengan melakukan doa bersama yang di ikuti ribuan umat muslim. Insya Allah Bertempat di lapangan Monas tablig Akbar akan dilakukan dalam minggu ini.

Namun mengapa gema tahun Hijriah ini tak seramai tahun baru masehi 1 Januari, di mana semaraknya sampai ke daerah. Mungkin karena kita kurang membiasakan diri mengunakan tahun hijriah. Misalnya ketika menggingat tanggal kelahiran atau ulang tahun, kita selalu menggunakan tahun masehi. Demikian juga tanggal pernikahan biasanya mengunakan tanggal masehi. Padahal penduduk Indonesia umumnya beragama islam.

Tapi yang lebih ironis lagi adalah kebanyakan umat islam tidak mengenal atau hafal bulan hijriah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, sebab penanggalan hijriah ini digunakan untuk mengetehui kapan ibadah itu di mulai, misalnya untuk menentukan waktu puasa ramadhan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dan ibadah lainnya. Untuk itu, memang sebaiknya generasi muda muslim mengenal betul penanggalan hijriah dan mengunakannya dalam setiap momen sehari – hari.

Ada hal lain yang perlu diperhatikan pada saat tahu baru hijriah saat ini pertama, memaknai tahun baru hijriah dalam konteks kekinian. Jika pada massa nabi hijriah dari Makkah ke Madinah memperoleh keberhasilan atau mengalami transformasi sosial, dimana sebelum umat islam di kekang tirani penguasan Makkah, maka setelah di Madinah mampu membangun masyarakat madani, walau masyarakat yang berkumpul di madinah itu terdiri dari berbagai suku dan asal daerah juga beragam agama, tapi demokrasi tercipta ketika itu.

Bagaimana kita saat ini, apakah mampu menyontoh masyarakat madani yang di bangun Rasululloh ketika itu. Sehingga konflik agama,ras,suku daerah tidak muncul kepermukaan in. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama, mirip dengan masyarakat madinah yang di pimpin Rasulullah ketika itu. Namun, semuanya dapat hidup rukun dan damai.

Jika mau bercermin pada sejarah, maka hijrah Rasulullah ke madinah dengan masyarakat yang beragam memiliki satu keinginan bagai mana hidup dengan kebebasan jauh dari tirani yakni penguasa di mekah. Masyarakat yang di bangun Rasulullah di madinah mencerminkan demokrasi, sebab kepemimpinan Rasulullah yang demokratis. Jika ada umat yang mengalami keluhan, maka Rasulullah mau mendengarkan dengan baik apa yang di keluhkan umatnya. Tapi bagai mana kita sekarang ini, apakah para pemimpin kita, mulai dari lurah, camat, bupati, gubenur, mentri dan presiden mau mendengarkan keluhan warganya ?

Kedua , hijriah yang di lakukan Rasulullah itu mengandung pengertian perubahan dari suatu yang tidak baik kepada yang lebih baik. Hal ini di buktikan Rasulullah, dimana ketika beliau bersama umatnya pindah ke madinah, kehidupan umat islam lebih baik. Transformasi sosial yang di lakukan rosulullah itu mengandung arti bahwa perubahan itu harus di lakukan apalagi ketika Rasulullah di mekah di bawah kekuasaan tirani penguasa mekah.

Dalam konteks Indonesia, makna tranformasi soaial in sangat penting. Kondisi sosial masyarakat Indonesia yang terpuruk akibat badai krisis moneter sampai kini belum ada perubahan. Untuk mengubah krisis multi dimensi ini, tentunya kita dapat memaknai hijriah dari perubahan sosial.
Sebagaiman pada acara dzikir akbar menyambut 1 Muharam yang di pimpin KH Abdul Gymnastiar dan Muhamman Arifin Ilham, kedua dai kondang itu mengajak umat untuk melakukan perubahan.
Namun perubahan itu diawali diri pribadi, selanjutnya perubahan sosial. Dengan doa yang khusuk, AA Gym bersama ribuan umat memohon akan perubahan yang lebih baik. Demikian juga Arifin Ilham, dengan dzikir bersama berharap akan mengapus dosa yang telah lalu.

Kehadiran kedua dai kondang itu bersama dengan umat yang hadir, mengambarkan bagaimana keinginan bangsa Indonesia akan perubahan ( hijriah ) keadaan yang lebih baik. Tapi bagai mana dengan diri kita, adakah tersirat dalam hati untuk melakukan perubahan pada tahun baru 1431 hijriah ini.

Tentang julidf

Saya adalah seorang karyawan swasta yang pekerja keras, dan telah menikah serta mempunyai dua orang putra berusia 15 & 2,5 tahun.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Hikmah, Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s