Saatnya “El Matador” Akhiri Kutukan!

SpainSpanyol belum menorehkan tinta emas di ajang Piala Dunia. Padahal, “El Matador” hampir selalu diunggulkan dalam turnamen empat tahunan antarnegara di muka bumi ini. Bahkan, antara tahun 1934 dan 2002, Spanyol tidak pernah menembus babak semifinal.

Nah, catatan buruk ini membuat semangat para jugador El Matador terlecut untuk menghapusnya. Iker Casillas dan kawan-kawan ingin membangun sebuah impian besar menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, dengan lebih dulu menyingkirkan Paraguay di babak perempat final, Sabtu (3/7/2010) malam atau Minggu (4/7/2010) dinihari WIB di Stadion Ellis Park, Johannesburg.

Ya, jika berhasil mengalahkan Paraguay, yang juga baru membuat prestasi terbaik sepanjang sejarah sepak bola mereka dengan menembus perempat final, maka Spanyol bisa mengakhiri “kutukan” perempat final. Sebab, babak delapan besar menjadi momok“La Furia Roja” untuk mengukir sejarah di arena Piala Dunia.

“Kami berada dalam situasi di mana kami bisa membuat sejarah dan kami merupakan bagian dari sebuah tim yang tidak punya jaminan bakal kembali ke sini,” ujar gelandang Cesc Fabregas, Jumat (2/7/2010). “Karena itu, kami harus mengambil kesempatan ini,” tambah kapten klub Arsenal tersebut.

Sebenarnya Spanyol pernah satu kali menembus babak empat besar Piala Dunia, yaitu pada tahun 1950 ketika dilaksanakan di Brasil. Namun, waktu itu turnamen tersebut hanya diikuti 13 negara dan empat juara grup melangkah ke fase berikutnya yang menggunakan sistem round-robin, untuk menentukan siapa yang jadi juara—Uruguay akhirnya merengkuh gelar keduanya, setelah mengalahkan Brasil 2-1.

Kemudian, setelah format Piala Dunia menggunakan sistem knock out, Spanyol tak pernah bisa mengulangi lagi prestasinya tersebut. Negeri Matador ini selalu kandas di babak perempat final. Terakhir, Spanyol kalah adu penalti melawan Korea Selatan di Piala Dunia 2002, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal 90 menit plus tambahan waktu 30 menit.

Tahun 1994, Spanyol tersingkir setelah Roberto Baggio mencetak gol yang membuat Italia menang 2-1. Tahun 1986, Belgia yang menjinakkan Matador lewat drama adu penalti, setelah mereka berbagi skor 1-1, dan tahun 1934 lagi-lagi Italia, yang waktu itu tuan rumah, menang 1-0 dalam sebuah pertandingan ulang.

Di Piala Dunia 2010 ini, Spanyol kembali menjadi favorit. Apalagi, Xavi Hernandez dan kawan-kawan datang dengan predikat juara Eropa 2008. Permainan cantik dengan umpan pendek dari kaki ke kaki yang kerap diperagakan membuat El Matador termasuk salah satu kandidat juara.

Namun, Spanyol tak boleh besar kepala karena banyak kejutan yang terjadi di tanah Afrika Selatan ini. Buktinya, mereka kalah 0-1 dari Swiss dalam laga perdana penyisihan Grup H. Kemudian, Brasil yang sangat diunggulkan akan meraih gelar keenam sudah tersingkir di perempat final karena kalah 0-1 dari Belanda. Inilah yang harus menjadi perhatian.

“Spanyol sudah cukup banyak mendapat pengalaman hidup (pelajaran) dalam sejarah Piala Dunia dan Piala Eropa,” ujar Fabregas. “Segala sesuatu bisa terjadi, seperti yang kita lihat pada Brasil,” tambah pemain yang menjadi pilihan utama di klub, tetapi hampir selalu menghuni bangku cadangan di level timnas.

Pelatih Vicente del Bosque pun menyadari hal tersebut. Mantan Pelatih Real Madrid ini mengatakan, tak ada garansi timnya akan melangkah dengan mudah menuju semifinal untuk bertemu dengan pemenang Argentina versus Jerman.

“Tentu saja tak ada jaminan bagi kami bahwa pertandingan nanti bakal mudah,” jelas Del Bosque. “Kami tidak boleh berpikir bahwa kami sudah bermain di semifinal. Obsesi utama kami adalah mengalahkan Paraguay. Itu tidak berarti kami mengharapkan sebuah pertandingan yang mudah.”

Namun, kekalahan dari Swiss pada fase grup rupanya membuat mental para pemain semakin kuat. Hasil yang mengejutkan itu justru membangkitkan kekuatan moral Andres Iniesta dkk dalam menapaki laga-laga selanjutnya, termasuk mengalahkan tim dengan pertahanan terbaik, Portugal, di perdelapan final. Dengan demikian, ketika melawan Paraguay nanti, Spanyol sudah punya pengalaman.

“Mereka (Paraguay) adalah tim yang sangat kuat dan agresif, yang akan memberikan tekanan yang keras,” ujar bek tengah Gerard Pique. “Mereka mungkin akan bermain lebih defensif, sesuai dengan karakter para pemainnya,” tambah pemain Barcelona tersebut.

Memang, Paraguay melangkah ke babak delapan besar ini dengan rekor tiga kali mengoyak jala lawan dan kemasukan satu gol. Di perdelapan final, mereka bermain imbang 0-0 lawan Jepang, sebelum menang 5-3 dalam drama adu penalti.

Keberhasilan melangkah ke babak delapan besar ini sudah menjadi sejarah baru bagi Paraguay. Tetapi, “La Albirroja” ingin meraih hasil yang lebih bagus lagi untuk mempertajam sejarah mereka.

“Kami tidak bermain defensif. Kami memiliki jumlah penguasaan bola yang sama dengan lawan-lawan kami, dan kami mempunyai beberapa penyerang bagus,” ungkap Pelatih Gerardo Martino.

Ya, tim “Putih Merah” ini memiliki tiga penyerang yang cukup produktif dan harus diwaspadai Spanyol. Mereka adalah Roque Santa Cruz, Lucas Barrios, dan Oscar Cardozo.

Namun, Spanyol juga seharusnya percaya diri menghadapi laga perebutan tiket semifinal ini. Sebab, mereka memiliki David Villa, yang kini berada di puncak daftar top skor dengan torehan empat gol—bersama dengan Gonzalo Higuain (Argentina) dan Robert Vittek (Slowakia).

Di samping itu, di lini tengah Matador memiliki duet Xavi-Iniesta, yang sudah mahir memainkan tiki-taka alias umpan pendek dari kaki ke kaki.

 

Sumber : worldcup.kompas.com

Tentang julidf

Saya adalah seorang karyawan swasta yang pekerja keras, dan telah menikah serta mempunyai dua orang putra berusia 15 & 2,5 tahun.
Pos ini dipublikasikan di Berita & Informasi, Olah Raga, Sepak Bola, Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s